Perubahan Sosial

Deskripsi Mata Kuliah

Perubahan sosial merupakan proses wajar, gradual bertahap, tidak pernah terjadi secara radikal dan berlangsung terus menerus. Setiap kehidupan masyarakat manusia senantiasa mengalami suatu perubahan-perubahan pada kehidupan masyarakat. Dengan demikian, perubahan sosial merupakan suatu fenomena sosial yang nyata, sehingga dapat dilihat dan dianalisis. Perubahan sosial terkait dengan pembangunan dan modernisasi, maka perubahan sosial membuka jalan menuju ke arah perubahan yang positif atau kemajuan. Pendek kata, perubahan sosial yang progresif sangat dibutuhkan dalam pembangunan dan modernisasi, baik  dalam tingkat analisis pada skala individu, interaksi kelompok, masyarakat, organisasi, intitusi, kebudayaan, peradaban maupun dalam tingkat analisis skala global.

Bahan ajar ini merupakan kompilasi dari beberapa buku sumber terdiri atas sepuluh bab yang diorganisir mulai dari definisi konsep perubahan sosial yang sederhana, kajian teori-teori perubahan sosial dari beberapa perspektif dan teori perubahan sosial di negara berkembang sampai pada menganalisis fenomena sosial di Indonesia berdasarkan teori-teori tersebut.

Rencana Pembelajaran Semester

Sistematika bahan ajar sebagai berikut:

Bab I  menjelaskan perbedaan konsep perubahan sosial dan perubahan budaya, dan ruang lingkup perubahan sosial.

Bab II  menjelaskan prinsip-prinsip perubahan sosial, proses perubahan sosial dan faktor penyebabnya.

Bab III mennjelaskan proses pernolakan dan penerimaan perubahan sosial,  sifat-sifat inovasi dan kecepatan adopsi serta  konsekuensi atau dampak perubahan sosial terhadap masalah sosial.

Bab IV menjelaskan bentuk perubahan sosial evolusi,  bentuk perubahan sosial revolusi dan bentuk perubahan sosial tak berencana.

Bab V menjelaskan teori perubahan sosial dari beberapa perspektif yakni perspektif  evolusioner, siklus, fungsional dan konflik.

Bab VI menjelaskan teori perubahan sosial yang terkait dengan obyek, faktor penyebab, dan arah dinamikanya berdasarkan  aliran klasik yang terdiri atas pemikiran Karl Marx, Max Weber dan Emile Durheim.

Bab VII menjelaskan hubungan modernisasi, industrialisasi dan pembangunan, beberapa teori modernisasi, antara lain teori modernisasi dari Harrod Domar (tabungan dan investasi), Max Weber (etika protestan), David McClelland (dorongan berprestasi), Alex Inkeles dan David H. Smith (manusia modern), W. W. Rostow (lima tahap pembangunan) dan Bert F. Hoselitz: (Faktor-faktor Non Ekonomi).

Bab VIII mengkaji tentang fenomena pembangunan di negara berkembang berdasarkan beberapa teori ketergantungan dan menjelaskan kekuatan dan kelemahan teori ketergantungan.

Bab IX  menjelaskan perubahan sosial berdasarkan pemikiran teori postmodernisme yang mencakup asumsi dasar teori postmodernisme dan  ciri-ciri era  postmodernisme.

Bab X menjelaskan konsep dasar perubahan sosial di Asia Tenggara dari pemikiran Hans Diater Evers dan menilai beberapa teori perubahan sosial di Asia Tenggara (teori ekonomi ganda, masyarakat majemuk, struktur sistem sosial yang hilang dan involusi pertanian).

Bahan Ajar